\

Kampung Pendora Gandeng Mahasiswa Malang Untuk Kembangkan UMKM Lokal

Sebanyak 115 orang mahasiswa dari fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di beberapa Kampung Tematik yang ada di beberapa wilayah Indonesia.

Tiga kelompok yang masing-masing beranggotakan lima orang mahasiswa FEB UB akan ditempatkan di Kota Malang, sementara 97 mahasiswa akan melaksanakan KKN di berbagai Kampung Tematik di wilayah kota Tangerang.

Wali Kota Tangerang H. Arief R. Wismansyah menyambut kedatangan mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis Universitas Brawijaya Malang yang akan menjalani kegiatan program pengabdian kepada masyarakat di Kota Tangerang.

Bapak Walikota Tangerang dalam sambutannya memaparkan berbagai potensi yang dimiliki oleh Kota Tangerang, mulai dari potensi di sisi posisi strategis kota hingga potensi wisata dari sektor kuliner.

Dengan keunggulan tersebut, Wali Kota mengajak para akademisi dari Kota Apel tersebut untuk bersama sama dengan Pemkot Tangerang menggali potensi di sektor UMKM agar dapat lebih berkembang.

"Kami ingin mendorong UMKM lokal untuk bisa Go Global dengan berbagai keunggulan yang dimiliki," terang Arief di hadapan para mahasiswa dan dosen yang hadir dalam kesempatan tersebut.

"Dan untuk itu peran serta dan kerja sama dari berbagai pihak," lanjutnya kepada para mahasiswa yang nantinya disebar ke berbagai lokasi di antaranya Dinas Sosial, Disperindagkop dan Kampung Pendora di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Neglasari.

Dengan mendistribusikan mahasiswa yang akan didampingi para dosen-dosen FEB UB tersebut, Bambang Irianto berharap Kampung Tematik akan lebih cepat lagi dalam melaksanakan upgrading kemampuan dan meningkatkan kualitas yang dimilikinya.

 

Kampung Pendora RW 07 Kelurahan Karanganyar Kecamatan Neglasari Kota Tangerang, menjadi salah satu kampung tematik yang menjadi lokasi KKN mahasiswa FEB UB Malang

Perlu Diketahui, Kampung Pendora telah berhasil membangun ruang terbuka hijau yang aktif, produktif dan mengedukasi. Mulai dari membangun ruang terbuka hijau, rumah pohon, taman bermain, KWT hingga pengolahan sampah berskala besar.

“Lingkungan ini kita bangun sekitar delapan bulan terakhir. Hasilnya Alhamdulillah cukup terlihat, dan saat ini sudah cukup banyak menerima kunjungan dari sekolah-sekolah, untuk belajar pilah sampah, budidaya ikan hingga tumbuhan. Terbaru, kita telah membangun kerjasama dengan Desa Kemiri, Kabupaten Malang dalam pembangunan taman edukasi yang lebih luas lagi,” papar Andia, Lurah Karang Anyar.

 

Ia pun berharap, Kampung Pendora yang dibuka untuk umum ini dapat menjadi kampung edukasi yang lebih luas lagi. “Dibuka untuk umum, untuk sekolah-sekolah atau wilayah dari berbagai daerah lainnya yang mau berkunjung, belajar bersama atau bertukar ilmu silakan, Kampung Pendora atau Komunitas Bimasena terbuka untuk kemajuan lingkungan yang lebih baik lagi,” katanya.